Keutamaan Membaca Surat Al-Kahfi di Malam Jumat: Cahaya Rahmat, Ampunan Dosa, hingga Perlindungan dari Fitnah Dajjal

Keutamaan Membaca Surat Al-Kahfi di Malam Jumat: Cahaya Rahmat, Ampunan Dosa, hingga Perlindungan dari Fitnah Dajjal
Sukoharjo, mitrapolrinews.com  – Tradisi membaca Surat Al-Kahfi pada malam Jumat kembali menggema di Masjid Al-Falah, Sukoharjo, Kamis (2/7/2026). Kegiatan yang diikuti jamaah tersebut menjadi momentum untuk memperkuat keimanan sekaligus menghidupkan salah satu amalan sunnah yang memiliki berbagai keutamaan sebagaimana dijelaskan dalam hadis-hadis Rasulullah SAW.

Ketua Takmir Masjid Al-Falah, Ir. H. Rudy Setyohadi, menjelaskan bahwa membaca Surat Al-Kahfi pada malam maupun hari Jumat merupakan amalan yang sangat dianjurkan karena mengandung berbagai keutamaan bagi setiap muslim.

"Membaca Surat Al-Kahfi pada malam atau hari Jumat dianjurkan agar kita disinari cahaya rahmat antara dua Jumat, diampuni dosa-dosanya, dan dilindungi dari fitnah Dajjal. Waktu pelaksanaannya dimulai sejak terbenamnya matahari pada hari Kamis hingga Magrib hari Jumat," ujarnya.

Menurut Rudy, keutamaan membaca Surat Al-Kahfi telah dijelaskan dalam sejumlah hadis shahih. Salah satunya adalah janji Allah SWT berupa cahaya (nur) yang akan memancar bagi orang yang membacanya. Cahaya tersebut menjadi penerang bagi kehidupan seorang mukmin di antara dua Jumat, bahkan dalam riwayat lain disebutkan terbentang antara pembaca dan Baitul 'Atiq atau Ka'bah.

Selain memperoleh cahaya rahmat, Surat Al-Kahfi juga dikenal sebagai salah satu amalan yang memberikan perlindungan dari fitnah Dajjal, fitnah terbesar yang akan dihadapi umat manusia pada akhir zaman. Rasulullah SAW menganjurkan umat Islam untuk membaca maupun menghafal ayat-ayat awal surat tersebut sebagai benteng keimanan.

"Menghafal dan membaca ayat-ayat awal Surat Al-Kahfi memberikan perlindungan dari fitnah akhir zaman yang sangat dahsyat, yaitu fitnah Dajjal," tambahnya.

Tidak hanya itu, membaca Surat Al-Kahfi juga diyakini menjadi salah satu sebab datangnya ampunan Allah SWT atas dosa-dosa yang dilakukan di antara dua Jumat. Kandungan surat ini sarat dengan kisah-kisah teladan, mulai dari Ashabul Kahfi, pemilik dua kebun, Nabi Musa AS bersama Khidir, hingga kisah Dzulqarnain, yang memberikan pelajaran tentang keteguhan iman, kesabaran, serta kebijaksanaan dalam menjalani kehidupan.

Rudy menuturkan, nilai-nilai yang terkandung dalam Surat Al-Kahfi mampu menghadirkan ketenangan hati dan menjadi pedoman bagi umat Islam dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Oleh karena itu, ia mengajak masyarakat untuk membiasakan membaca Surat Al-Kahfi secara rutin setiap malam atau hari Jumat sebagai bagian dari ikhtiar meningkatkan kualitas ibadah.

Keutamaan tersebut, lanjutnya, bersumber dari hadis yang diriwayatkan Imam Ad-Darimi, di mana Rasulullah SAW bersabda, "Barang siapa yang membaca Surat Al-Kahfi pada malam Jumat, ia akan diterangi dengan cahaya antara dirinya dan Ka'bah."

Melalui kegiatan rutin yang diselenggarakan di Masjid Al-Falah, diharapkan semakin banyak masyarakat yang memahami sekaligus mengamalkan sunnah Rasulullah SAW tersebut. Selain mempererat ukhuwah Islamiyah, tradisi membaca Surat Al-Kahfi juga menjadi sarana meningkatkan keimanan, memperbanyak amal saleh, serta mempersiapkan diri menghadapi berbagai tantangan kehidupan dengan berpegang teguh pada petunjuk Al-Qur'an. (Begug SW)

0 Komentar