![]() |
| 576 Siswa Baru Ikuti MPLS, SMK Negeri 2 Ponorogo Perkuat Karakter dan Siapkan Generasi Vokasi Berdaya Saing |
Pembukaan MPLS yang berlangsung di halaman sekolah menjadi momentum awal bagi ratusan siswa baru untuk bergabung sebagai bagian dari keluarga besar SMK Negeri 2 Ponorogo. Kegiatan berlangsung tertib, penuh semangat, dan diwarnai penyampaian berbagai pesan motivasi kepada seluruh peserta.
Kepala SMK Negeri 2 Ponorogo mengapresiasi seluruh panitia yang telah mempersiapkan dan menyelenggarakan MPLS secara matang. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada para orang tua yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya di SMK Negeri 2 Ponorogo.
"Selamat datang dan selamat bergabung di keluarga besar SMK Negeri 2 Ponorogo. Manfaatkan kesempatan belajar ini sebaik-baiknya untuk mengembangkan kompetensi, membangun karakter, dan meraih prestasi," ujarnya.
Menurutnya, setiap peserta didik memiliki peluang yang sama untuk sukses, terlepas dari program keahlian yang ditempati. Kunci keberhasilan, kata dia, terletak pada kemauan untuk terus belajar, bekerja keras, dan tidak mudah menyerah dalam menghadapi setiap tantangan.
![]() |
| 576 Siswa Baru Ikuti MPLS, SMK Negeri 2 Ponorogo Perkuat Karakter dan Siapkan Generasi Vokasi Berdaya Saing |
Ia juga mengingatkan pentingnya membangun budaya sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan. Seluruh siswa diajak untuk saling menghormati, menghargai perbedaan, serta menjaga persatuan meskipun berasal dari latar belakang sekolah yang beragam.
Selain itu, Kepala Sekolah menekankan pentingnya literasi digital di era perkembangan teknologi. Peserta didik diimbau menggunakan media sosial secara bijak dengan mengedepankan etika, menyaring informasi sebelum membagikannya, serta menghindari konten yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan Nur Mochamad Taufiq, S.Pd., melalui Ketua Panitia MPLS Kristian Wibisono, S.Pd., menyampaikan bahwa MPLS tahun ini diikuti 576 peserta, terdiri atas 23 siswa laki-laki dan 553 siswi perempuan.
Selama pelaksanaan MPLS, peserta akan mengikuti berbagai materi yang dirancang untuk mengenalkan budaya sekolah, tata tertib, penguatan karakter, wawasan kebangsaan, pendidikan antiperundungan, hingga pembentukan motivasi belajar sebagai bekal memasuki pendidikan vokasi.
Dalam arahannya, Kristian Wibisono menyampaikan filosofi inspiratif, "Ikan tidak diciptakan untuk memanjat pohon." Menurutnya, setiap peserta didik memiliki potensi, bakat, dan keunggulan yang berbeda sehingga tidak perlu membandingkan diri dengan orang lain.
Ia mengajak seluruh siswa baru untuk percaya pada kemampuan diri sendiri, menghormati guru, membangun pertemanan yang positif, menjaga disiplin, serta terus berusaha mengembangkan kompetensi selama menempuh pendidikan di SMK Negeri 2 Ponorogo.
Melalui penyelenggaraan MPLS yang edukatif, ramah anak, dan berorientasi pada pembentukan karakter, SMK Negeri 2 Ponorogo kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan yang tidak hanya kompeten di bidang keahlian, tetapi juga memiliki integritas, etos kerja, kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi, serta siap bersaing di dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. (Red)


0 Komentar