![]() |
| Perkuat Perlindungan Siswa PKL, SMK Negeri 2 Ponorogo Gandeng BPJS Ketenagakerjaan |
Kepala SMK Negeri 2 Ponorogo, Suryanto, menegaskan bahwa PKL merupakan bagian strategis dalam membentuk lulusan yang siap kerja, adaptif, dan profesional. Ia menekankan bahwa pembekalan siswa tidak hanya pada aspek keterampilan teknis, tetapi juga pada pembentukan karakter serta perlindungan kerja.
“Selamat melaksanakan PKL. Jaga kejujuran, disiplin, dan junjung tinggi semangat sendiko dawuh. Buang ego, bangun tanggung jawab, dan tunjukkan profesionalisme di dunia kerja,” ujarnya.
Langkah menggandeng BPJS Ketenagakerjaan menjadi nilai tambah dalam pelaksanaan PKL tahun ini. Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Ponorogo, Dony Eko Setiawan, menyampaikan bahwa perlindungan jaminan sosial merupakan fondasi penting bagi siswa yang mulai mengenal dunia kerja.
“Program ini memastikan siswa mendapatkan perlindungan dasar. Jika terjadi risiko kerja, mereka berhak atas santunan sesuai ketentuan. Ini juga menjadi upaya menanamkan kesadaran jaminan sosial sejak dini,” jelasnya.
Melalui kolaborasi ini, ratusan siswa peserta PKL memperoleh perlindungan berupa Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM). Skema tersebut diperuntukkan bagi peserta didik yang dikategorikan sebagai pekerja sektor Bukan Penerima Upah (BPU), sehingga tetap terlindungi selama menjalani praktik di Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI).
Waka Humas SMK Negeri 2 Ponorogo, Sri Sumaryana, menilai kolaborasi ini sebagai langkah progresif dalam menghadirkan pendidikan vokasi yang tidak hanya berorientasi pada kompetensi, tetapi juga keselamatan kerja.
“Dengan perlindungan ini, siswa dapat lebih fokus mengembangkan keterampilan dan pengalaman kerja tanpa rasa khawatir,” ungkapnya.
PKL periode kedua tahun 2026 akan berlangsung selama enam bulan, mulai April hingga September, dengan melibatkan 74 mitra dunia kerja yang tersebar di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Penempatan ini menjadi ruang belajar nyata bagi siswa untuk mengasah kompetensi sekaligus memahami budaya kerja industri.
Melalui sinergi antara sekolah, dunia industri, dan BPJS Ketenagakerjaan, SMK Negeri 2 Ponorogo terus memperkuat citra positif pendidikan vokasi sebagai jalur strategis dalam mencetak generasi unggul—tidak hanya kompeten dan siap kerja, tetapi juga terlindungi serta memiliki kesadaran akan pentingnya jaminan sosial di dunia kerja. (red)

0 Komentar