Ujian Nasional Diniyah Digelar di Ponpes Minhaajurrosyidiin, Kemenag RI Lakukan Monitoring Langsung

Ujian Nasional Diniyah Digelar di Ponpes Minhaajurrosyidiin, Kemenag RI Lakukan Monitoring Langsung
Jakarta Timur, mitrapolrinews.com – Suasana serius namun penuh semangat mewarnai sejumlah ruang kelas di Pondok Pesantren Minhaajurrosyidiin, Cipayung, Jakarta Timur, Senin (12/1/2026). Para santri tampak fokus mengikuti pelaksanaan Imtihan Wathani (IW) Pendidikan Diniyah Formal (PDF), ujian akhir berstandar nasional yang menjadi tolok ukur capaian pembelajaran diniyah formal.

Pelaksanaan IW PDF tersebut mendapat perhatian khusus dari Kementerian Agama RI. Direktur PD Pontren Kemenag RI, Dr. H. Basnang Said, M.Ag., hadir langsung untuk melakukan monitoring, didampingi Kasubdit PDF dan SPM Ditjen Pendidikan Islam Kemenag RI, Endi Suhendi, M.A., serta Kepala Seksi PD Pontren Kankemenag Kota Jakarta Timur, Silvia Hanim.

Kehadiran jajaran Kemenag RI di tengah cuaca mendung dan hujan yang turun sejak pagi menunjukkan komitmen kuat dalam memastikan pelaksanaan ujian berjalan tertib, objektif, dan sesuai standar nasional.

Ponpes Minhaajurrosyidiin sendiri mencatat prestasi membanggakan dengan menjadi satu-satunya pondok pesantren di DKI Jakarta yang dipercaya melaksanakan Imtihan Wathani Pendidikan Diniyah Formal tahun 2026.

IW PDF merupakan ujian nasional yang dirancang untuk mengukur penguasaan santri terhadap kajian kitab turats atau Kitab Kuning, meliputi bidang tafsir, fikih, nahwu, dan disiplin ilmu keislaman lainnya.

Pada tahun ini, jumlah peserta IW PDF di Ponpes Minhaajurrosyidiin mencapai 103 santri, terdiri dari 73 santri tingkat Ulya dan 30 santri tingkat Wustho.

Dalam arahannya, Direktur PD Pontren Kemenag RI, Dr. H. Basnang Said, menyampaikan bahwa hasil ujian ini diharapkan menjadi cerminan kualitas proses pembelajaran yang telah berlangsung selama tiga tahun terakhir, sekaligus menjadi bahan evaluasi untuk peningkatan mutu pendidikan pesantren ke depan.

Sementara itu, Silvia Hanim menyampaikan harapannya agar para santri tidak hanya unggul dalam penguasaan ilmu keislaman, tetapi juga mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional dengan tetap berpegang pada nilai-nilai akhlakul karimah.

“Santri hari ini adalah pemimpin masa depan. Kami berharap mereka tumbuh menjadi generasi yang berilmu, berkarakter, dan memiliki daya saing global,” ujarnya.

Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap penguatan pendidikan keagamaan, Silvia Hanim yang akrab disapa Nyai Hanim juga menyerahkan hibah mushaf Al-Qur’an kepada pihak Ponpes Minhaajurrosyidiin seusai kegiatan monitoring.

Pelaksanaan Imtihan Wathani PDF di pesantren tersebut dijadwalkan berlangsung hingga 14 Januari 2026. Seluruh pihak berharap para santri dapat mengikuti rangkaian ujian dengan lancar dan meraih hasil terbaik.

Dengan terselenggaranya IW PDF secara tertib dan berkualitas, Ponpes Minhaajurrosyidiin kembali menegaskan perannya sebagai salah satu pusat pendidikan diniyah unggulan di Jakarta, sekaligus contoh sinergi positif antara pesantren dan pemerintah dalam memajukan pendidikan Islam di Indonesia. (red)

 

0 Komentar