![]() |
| DIARY ESSAMO SD Negeri 1 Mojopuro Antarkan Korwilcambidik Jatiroto Raih Juara 3 WIA 2025 |
DIARY ESSAMO hadir sebagai terobosan
strategis untuk memperluas akses literasi sekaligus meningkatkan mutu
pembelajaran secara berkelanjutan. Sebelum inovasi ini diterapkan, layanan
perpustakaan di SD Negeri 1 Mojopuro masih dilakukan secara manual dengan
koleksi buku terbatas, jam operasional yang sempit, serta tingkat kunjungan
yang relatif rendah. Kondisi tersebut berdampak pada belum optimalnya budaya
literasi di lingkungan sekolah.
Melalui DIARY ESSAMO, SD Negeri 1
Mojopuro mengembangkan perpustakaan digital berbasis website yang menyediakan
berbagai koleksi e-book pembelajaran dan bacaan literasi yang dapat diakses
secara gratis, legal, dan mudah. Layanan ini memungkinkan siswa dan guru memanfaatkan
sumber belajar kapan saja dan di mana saja melalui perangkat digital, sehingga
mendorong pembelajaran mandiri, kolaboratif, dan adaptif terhadap perkembangan
teknologi.
Kehadiran DIARY ESSAMO turut
menggeser peran perpustakaan dari sekadar tempat penyimpanan buku menjadi pusat
sumber belajar digital yang inklusif. Selain itu, inovasi ini juga menawarkan
efisiensi pengelolaan, baik dari sisi biaya maupun pengembangan koleksi, tanpa
memerlukan tambahan anggaran yang besar. Sejak tahun 2024, DIARY ESSAMO bahkan
telah dikembangkan lebih lanjut dengan integrasi ke perpustakaan digital unit
kerja lain serta dilengkapi aplikasi Android berbasis barcode untuk
meningkatkan kenyamanan pengguna.
Dampak penerapan inovasi ini
tercatat signifikan. Tingkat pemanfaatan perpustakaan digital meningkat hingga
rata-rata 85 persen per bulan, disertai kenaikan minat baca siswa sekitar 20
persen. Kemampuan literasi siswa juga menunjukkan tren positif, dari 85 persen
pada tahun 2023 menjadi 92,86 persen pada tahun 2024. Peningkatan kualitas
pembelajaran tersebut tercermin dalam capaian Rapor Pendidikan SD Negeri 1
Mojopuro yang naik dari 67,08 menjadi 77,15.
Tak hanya berdampak di tingkat
sekolah, DIARY ESSAMO juga berkontribusi terhadap peningkatan indikator kinerja
daerah Kabupaten Wonogiri, antara lain Indeks Pembangunan Manusia, Indeks
Pelayanan Publik, dan Indeks Kepuasan Masyarakat.
Kepala SD Negeri 1 Mojopuro, Dwi
Hartanto, S.Pd., menyampaikan bahwa partisipasi dalam Wonogiri Innovation
Awards 2025 memberikan pengalaman yang sangat berharga. Menurutnya, WIA tidak
sekadar menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang berbagi praktik baik,
pembelajaran bersama, serta pemacu semangat bagi sekolah dan perangkat daerah
untuk terus berinovasi.
Ia berharap WIA dapat terus diselenggarakan
secara berkelanjutan dengan dukungan yang semakin kuat dari pemerintah daerah.
Selain sebagai ajang apresiasi, WIA diharapkan menjadi sarana pembinaan,
pendampingan, dan replikasi inovasi unggulan agar manfaatnya dapat dirasakan
lebih luas. Apresiasi langsung kepada para inovator juga dinilai penting
sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan konsistensi dalam menghadirkan
inovasi yang berdampak nyata.
Dengan konsep inovasi yang
sederhana, berbiaya rendah, berdampak tinggi, serta mudah direplikasi, DIARY
ESSAMO SD Negeri 1 Mojopuro dinilai layak menjadi model pengembangan
layanan pendidikan digital yang dapat diterapkan di sekolah-sekolah lain, baik
di Kabupaten Wonogiri maupun di daerah lainnya. (red)

0 Komentar