
Kontes Batu Akik Nasional di Ponorogo, Sinyal Kebangkitan Batu Mulia Nusantara
Menurut Kang Giri –sapaan akrabnya–, gelaran ini bukan sekadar lomba, melainkan pintu masuk untuk membangkitkan kembali kejayaan batu mulia yang sempat meredup. “Kekayaan Ponorogo ternyata tidak hanya pada sektor pertanian dan budaya, tapi juga batu mulia yang patut kita gali dan kembangkan,” ucapnya penuh optimisme.
Ia menyinggung masa keemasan batu akik saat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memperkenalkan batu bacan hingga menjadi tren nasional. Meski popularitasnya sempat surut, tanda-tanda kebangkitannya kini kembali terlihat. “Kita perlu mengulik potensi ini bersama-sama,” tambahnya.
Melihat antusiasme tinggi dari masyarakat, Kang Giri berencana memasukkan kontes batu akik sebagai rangkaian Grebeg Suro tahun 2026. “Kalau kita gelar berbarengan dengan Grebeg Suro, gaungnya akan lebih besar dan meriah,” tegasnya.
Sementara itu, akademisi Universitas Brawijaya Malang, Muhammad Fadli, menilai Indonesia masih tertinggal dalam mengelola potensi batu mulia. Berbeda dengan Thailand dan Inggris yang sukses menjadikannya daya tarik wisata, Indonesia justru kerap mengekspor dalam bentuk mentah. “Padahal, kalau diolah dan dipasarkan sendiri, nilai ekonominya jauh lebih besar dan bisa menyejahterakan masyarakat,” terangnya.
Fadli menekankan perlunya sinergi dari berbagai pihak: dukungan modal, pemberdayaan penambang dan perajin, hingga penyediaan sarana pameran. Ia berharap ajang di Ponorogo ini menjadi titik awal kebangkitan batu mulia Indonesia. “Malam ini saya melihat momentum besar untuk membangkitkan kembali kejayaan batu mulia dari Ponorogo,” ujarnya.
Ketua panitia, Sugeng Prasetyo, menambahkan bahwa kontes ini tak hanya menjadi ajang kompetisi, melainkan juga sarana silaturahmi dan promosi potensi lokal. “Ponorogo punya kekhasan batu mulia, terutama dari wilayah Sawoo dan Badegan. Inilah saatnya kita tunjukkan keunikan itu,” ajaknya.
Dengan dukungan pemerintah daerah, akademisi, serta komunitas pecinta batu akik, Ponorogo berharap bisa menjadi pusat kebangkitan batu mulia nusantara. Dari kota kecil di tapal batas Jawa Timur ini, cahaya batu akik diharapkan kembali bersinar hingga kancah internasional.
0 Komentar