Babinsa Slogohimo Edukasi Anti-Bullying, Tekankan Bahaya Perundungan Fisik dan Psikis

Babinsa Slogohimo Edukasi Anti-Bullying, Tekankan Bahaya Perundungan Fisik dan Psikis
Slogohimo, mitrapolrinews.com – Sebagai bentuk kepedulian terhadap generasi muda, Babinsa Koramil 22/Slogohimo, Serda Awaludin dan Serda Sujoko, menggandeng Pemerintah Desa Sedayu dalam menggelar sosialisasi anti-bullying di Balai Desa Sedayu, Jumat (11/7/2025). Kegiatan ini menyasar Kader PKK serta perwakilan remaja desa, dengan tujuan meningkatkan pemahaman mengenai dampak serius perundungan, baik secara fisik maupun psikis.

Dalam paparannya, Serda Awaludin menjelaskan bahwa perundungan bukan sekadar kekerasan fisik. “Perundungan mencakup berbagai tindakan merendahkan, seperti ejekan, intimidasi, hingga perlakuan tidak adil yang bisa berdampak panjang terhadap mental korban,” jelasnya. Ia menekankan pentingnya menciptakan lingkungan sosial yang menghargai perbedaan dan membangun empati antarsesama.

Para peserta mendapatkan materi seputar definisi, jenis, penyebab, hingga dampak perundungan. Khususnya bagi para remaja, pengetahuan ini diharapkan mampu membangun kesadaran akan pentingnya menjauhi perilaku agresif dan membangun pertemanan yang sehat di lingkungan sekolah maupun sosial.

Kepala Desa Sedayu, Jumari, dalam sambutannya mengapresiasi inisiatif kolaboratif antara Babinsa dan pihak desa. “Perundungan adalah musuh bersama yang harus dicegah sedini mungkin. Sosialisasi ini adalah langkah penting untuk membekali masyarakat, terutama ibu-ibu kader PKK, agar mampu menjadi agen perubahan di lingkungannya,” ujarnya.

Ketua PKK Desa Sedayu juga menyatakan kesiapan pihaknya untuk melanjutkan edukasi ini di lingkup keluarga. Menurutnya, pendidikan karakter harus dimulai dari rumah sebagai benteng pertama pembentukan sikap anak.

Kegiatan edukatif ini mencerminkan sinergi antara unsur TNI, pemerintah desa, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi anak-anak dan remaja. Harapannya, dengan meningkatnya kesadaran akan bahaya perundungan, masyarakat Desa Sedayu dapat tumbuh menjadi komunitas yang lebih inklusif, empatik, dan berdaya dalam melindungi sesamanya. (Pendim 0728/wng)

 

0 Komentar