![]() |
Babinsa Slogohimo Edukasi Anti-Bullying, Tekankan Bahaya Perundungan Fisik dan Psikis |
Dalam paparannya, Serda Awaludin menjelaskan bahwa perundungan bukan sekadar
kekerasan fisik. “Perundungan mencakup berbagai tindakan merendahkan, seperti
ejekan, intimidasi, hingga perlakuan tidak adil yang bisa berdampak panjang
terhadap mental korban,” jelasnya. Ia menekankan pentingnya menciptakan
lingkungan sosial yang menghargai perbedaan dan membangun empati antarsesama.
Para peserta mendapatkan materi seputar definisi, jenis, penyebab, hingga
dampak perundungan. Khususnya bagi para remaja, pengetahuan ini diharapkan
mampu membangun kesadaran akan pentingnya menjauhi perilaku agresif dan
membangun pertemanan yang sehat di lingkungan sekolah maupun sosial.
Kepala Desa Sedayu, Jumari, dalam sambutannya mengapresiasi inisiatif
kolaboratif antara Babinsa dan pihak desa. “Perundungan adalah musuh bersama
yang harus dicegah sedini mungkin. Sosialisasi ini adalah langkah penting untuk
membekali masyarakat, terutama ibu-ibu kader PKK, agar mampu menjadi agen
perubahan di lingkungannya,” ujarnya.
Ketua PKK Desa Sedayu juga menyatakan kesiapan pihaknya untuk melanjutkan
edukasi ini di lingkup keluarga. Menurutnya, pendidikan karakter harus dimulai
dari rumah sebagai benteng pertama pembentukan sikap anak.
Kegiatan edukatif ini mencerminkan sinergi antara unsur TNI, pemerintah
desa, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi
anak-anak dan remaja. Harapannya, dengan meningkatnya kesadaran akan bahaya
perundungan, masyarakat Desa Sedayu dapat tumbuh menjadi komunitas yang lebih
inklusif, empatik, dan berdaya dalam melindungi sesamanya. (Pendim 0728/wng)
0 Komentar