![]() |
Tamu dan Undangan Foto Bersama dalam kegiatan pembukaan Permata CAI 2024 PC LDII Jatipurno (Jum'at, 05/07/24) |
Perkemahan ini diikuti oleh 243
peserta yang tersebar dalam 39 tenda, dan suasana semakin semarak dengan adanya
bazar yang menjajakan aneka makanan produk lokal dari 30 stand yang dipromotori
oleh generasi muda LDII Jatipurno.
![]() |
Tamu dan Undangan Foto Bersama dalam kegiatan pembukaan Permata CAI 2024 PC LDII Jatipurno (Jum'at, 05/07/24) |
Ketua DPD LDII Kabupaten Wonogiri,
yang juga anggota DPRD Kabupaten Wonogiri, H. Sutoyo, S.AP, menuturkan,
"Bangsa Indonesia menghadapi ancaman radikalisme, sosialisme, dan
komunisme. Ketiga ideologi ini kerap disebut ekstrem kanan dan kiri yang
mengancam eksistensi bangsa Indonesia dengan melemahkan nilai-nilai dasar
negara, yakni Pancasila." Untuk menanggulangi ancaman tersebut, beliau
menambahkan bahwa perlu menciptakan generasi muda profesional religius dengan
29 karakter luhur. "Sumber Daya Manusia (SDM) yang memiliki kemampuan
untuk membangun kehidupan dunia dan akhirat yang lebih baik, LDII menerapkan
struktur kurikulum hybrid profesional religius, memadukan pondok pesantren dan
sekolah dalam satu sistem," jelasnya.
Strategi lainnya adalah melibatkan
seluruh stakeholder pendidikan, mulai dari mubaligh, pengelola yayasan,
pimpinan sekolah, pimpinan pondok, guru, pamong, orang tua, dan tenaga
administrasi. Hal ini diharapkan mampu memberikan dukungan penuh dalam
pembentukan karakter generasi muda yang diidamkan.
![]() |
Peserta Permata CAI 2024 PC LDII Jatipurno mengikuti kegiatan pembukaan (Jum'at, 05/07/24) |
Hadir sebagai pemateri dalam
perkemahan ini adalah Kapolsek Jatipurno dan Danramil Jatipurno. AKP Agus
Haryono menuturkan, "Lahirnya konsep Bela Negara berkaitan dengan proses
perjuangan bangsa Indonesia untuk meraih kemerdekaan dari penjajahan Belanda.
Dalam perjuangan ini, kesatuan dan kerjasama antar warga negara menjadi sangat
penting."
Sejalan dengan hal tersebut, Lettu Infantri Budiono menambahkan, "Bela Negara juga membantu meningkatkan
kesadaran nasionalisme di kalangan masyarakat. Ini bisa dilakukan melalui
pendidikan dan pelatihan bela negara, yang membantu mempererat rasa kebersamaan
dan rasa nasionalisme di kalangan masyarakat."
Kegiatan ini diharapkan dapat
memberikan dampak positif dalam pembentukan karakter generasi muda yang
profesional religius serta berwawasan kebangsaan, siap menyongsong Indonesia
Emas 2045.
0 Komentar