Mahasiswa UNS Tingkatkan Pemberdayaan Petani di Desa Girimulyo melalui Program MBKM

Mahasiswa UNS Tingkatkan Pemberdayaan Petani di Desa Girimulyo melalui Program MBKM
Jatipurno, mitrapolrinews.com - Dalam rangka melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, mahasiswa Program Studi Pengelolaan Hutan, Fakultas Pertanian, Universitas Sebelas Maret (UNS) yang tergabung dalam Tim Swapatra Girimulyo melaksanakan kegiatan Hibah Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) skema Proyek di Desa. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Desa Girimulyo, Kecamatan Jatipurno, Kabupaten Wonogiri.

Desa Girimulyo yang terletak di ketinggian kurang lebih 800 mdpl memiliki banyak potensi yang dapat dikembangkan, salah satunya di sektor pertanian. Komoditas utama yang dikembangkan oleh warga sekitar antara lain padi, jagung, singkong, jahe, kunir, dan lainnya. Selain berbagai jenis tanaman pertanian, mayoritas warga desa juga memelihara ternak berupa sapi dan kambing.

Sayangnya, potensi tersebut belum dikembangkan secara optimal, seperti jahe dan kunir yang langsung dijual oleh warga. Padahal, harga kedua jenis tanaman tersebut sangat fluktuatif, sehingga tidak jarang warga mengalami kerugian. Selain itu, warga juga dihadapkan dengan berbagai permasalahan seperti kebutuhan pupuk yang tinggi dan serangan hama, seperti ulat.

Kondisi ini melatarbelakangi Tim Swapatra Girimulyo melaksanakan beberapa kegiatan pemberdayaan di Desa Girimulyo. Kegiatan tersebut meliputi pelatihan pembuatan insektisida nabati dan pupuk kandang yang ditujukan kepada para anggota kelompok tani hutan, serta pelatihan pembuatan jahe instan yang ditujukan kepada ibu-ibu anggota Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK).

Dalam pelatihan pembuatan insektisida nabati, warga membuat insektisida berbahan dasar daun pohon suren (Toona sinensis). Pertama, karena penelitian telah membuktikan bahwa ekstrak daun suren mampu mengurangi tingkat fertilitas dan fekunditas larva, sehingga dapat mengurangi populasi ulat grayak. Kedua, pohon suren mudah ditemui di Desa Girimulyo, sehingga petani tidak akan kesulitan mencari bahan bakunya.

Pada pelatihan pembuatan pupuk kandang, warga diajak untuk mengolah kotoran ternak agar dapat dimanfaatkan menjadi pupuk. Selama ini, warga desa telah melakukan kegiatan tersebut, namun proses yang dilakukan sangat sederhana, yaitu dengan membiarkan kotoran selama berbulan-bulan hingga menjadi pupuk. Dalam pelatihan yang dilakukan Tim Swapatra Girimulyo, warga dikenalkan dengan cairan EM4, yang berfungsi sebagai aktivator pertumbuhan bakteri sehingga proses penguraian kotoran ternak menjadi pupuk dapat berlangsung lebih cepat.

Salah satu peserta pelatihan, Ratno, mengungkapkan kegembiraannya setelah mengikuti pelatihan ini. "Sebelumnya, saya hanya membiarkan limbah ternak begitu saja berbulan-bulan hingga menjadi pupuk. Sekarang, kami tahu bahwa dengan tambahan EM4 limbah tersebut bisa menjadi pupuk dalam dua sampai tiga minggu saja. Semoga ini bisa meningkatkan hasil panen kami kedepannya," katanya dengan semangat.

Kegiatan terakhir, yaitu pengolahan jahe instan. Pelatihan ini meliputi materi tentang teknik dasar pengolahan jahe, mulai dari pemilihan bahan baku, proses pembersihan, pengirisan, pengeringan, hingga cara membuat jahe instan yang siap dikonsumsi. Selain itu, peserta juga diajarkan cara mengemas produk agar lebih menarik dan memenuhi standar kesehatan.

Ketua PKK Dusun Grenjeng Desa Girimulyo, Lasmi, menyampaikan antusiasmenya mengikuti pelatihan ini. "Pelatihan ini sangat bermanfaat bagi kami. Sebelumnya, kami hanya menjual jahe dalam bentuk mentah dengan harga yang tidak seberapa. Dengan pelatihan ini, kami jadi tahu cara membuat jahe instan yang bisa dijual dengan harga lebih tinggi. Semoga pelatihan ini akan memberikan keberkahan, khususnya buat dusun kami dan umumnya untuk Desa Girimulyo," ujarnya.

Apresiasi juga disampaikan Sekretaris Desa Girimulyo, Yardi. "Kegiatan KKN oleh teman-teman Kehutanan UNS sangat membantu warga menyelesaikan permasalahan di sektor pertanian, khususnya berkaitan pengendalian hama. Semoga kegiatan seperti ini bisa berlanjut, supaya yang telah dirintis bisa terus memberikan manfaat bagi warga," harapnya.

Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini, diharapkan dapat membantu para petani menyelesaikan permasalahannya, sekaligus membantu meningkatkan kesejahteraan mereka. Sehingga tercipta masyarakat desa yang lebih mandiri dan lingkungan yang lebih lestari.

0 Komentar